Yayasan Budaya Kartanegara akan Menanam Pohon
PROPOSAL
HIJAU DAERAHKU, HIJAU KALTIMKU, HIJAU INDONESIAKU
DEMI PELESTARIAN DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
“The best friends on earth of man is the tree. When we use the tree respectfully and economically, we have one of the greatest resources of the earth
‘Green’ identik dengan tumbuhan terutama pohon. Makin hari pohon yang ada di bumi ini makin berkurang karena manusia-manusia serakah yang nggak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Padahal mereka itu orang-orang yang mempunyai intelektual. Kenapa nggak dipergunakan ilmu itu sebagaimana mestinya.
Nggak ada kata terlambat untuk menyelematkan bumi ini dan menjawab protes-protes dari mereka dengan tindakan nyata kita. Partisipasi yang datang dari hati kita akan membuat bumi ini tersenyum kembali. Mereka nggak akan bermuram durja seperti dulu yang kita lakukan pada mereka. Kita harus lakukan langkah nyata sebagai generasi muda untuk mengingatkan orang-orang yang haus akan matrealitas dan konglomerat bertangan besi.
Berbagai penelitian membuktikan, 1 hektar ruang terbuka hijau (RTH) yang dipenuhi pohon besar menghasilkan 0,6 ton O2 untuk 1.500 penduduk per hari, meyerap 2,5 ton CO2 per tahun (6 kg CO2 tiap batang per tahun, menyimpan 900 m3 air tanah per tahun, mentransfer air 4000 liter per hari, menurunkan suhu 5o C- 8o C, meredam kebisingan 25-80 persen, dan mengurangi kekuatan angin 75-80 persen. Setiap mobil mengeluarkan gas emisi yang dapat diserap oleh 4 pohon dewasa (tinggi 10m ke atas, diameter batang lebih 10cm, tajuk lebar, dan berdaun lebat).
Ada beberapa pohon yang layak tanam untuk kota besar seperti Jakarta maupun Surabaya, yaitu pohon trembesi (Samanea sama), asam (Tamarindus indica), mahoni (Swietenia mahogani), tanjung (Mimusops elengi), atau bintaro (Cerbera manghas). Kita bisa mencoba menanam pohon- pohon di atas sebagai apresiasi kita terhadap lingkungan. Seperti pepatah bijak dari China 500 SM, “Jika engkau berpikir untuk satu tahun ke depan, semailah sebiji benih, jika engkau berpikir untuk sepuluh tahun ke depan, tanamlah sebatang pohon”.
Di Kota Samarinda, Kaltim, kawasan yang tergenang banjir semakin luas. Beberapa kawasan yang sebelumnya tidak pernah banjir, seperti Jalan KS Tubun, Jalan Awang Long, dan Jalan Pasundan, kini terendam banjir dengan ketinggian air sekitar setengah meter. Selain disebabkan buruknya sistem drainase, banjir di Samarinda juga disebabkan pengikisan tebing bukit secara tak terkendali.
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Melindungi hutan merupakan program prioritas pemerintah Indonesia. Bersama negara-negara pemilik hutan hujan tropis lainnya, Indonesia bertekad menjaga paru-paru dunia dan mewujudkan pembangunan yang rendah karbon. Tapi tentu saja ini membutuhkan kerjasama internasional.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan hal ini pada Kuliah Umum (Public Lecture) di depan pejabat pemerintah Jerman, akademisi, pebisnis, dan berbagai kalangan lain, di Hotel Adlon Kempinski, Berlin, Selasa 15 Desember 2009..
"Satu hal yang penting, negara-negara pemilik hutan hujan tropis membutuhkan insentif untuk melakukan semua ini. Bukan hanya untuk penghutanan kembali, tapi juga karena telah mencegah penggundulan, dan tidak memangkas hutan mereka,"
Indonesia, lanjut SBY, berhasil mencegah pembalakan liar melalui pemberlakuan peraturan yang ketat. Indonesia juga mengembangkan rencana jangka pendek, menengah, dan panjang dengan tujuan menata, melindungi, dan memperluas hutannya. Mulai tahun depan, setiap tahun Indonesia akan menanami area seluas 500 ribu hektar. "Ini akan mengurangi emisi sampai 26 persen pada 2020 atau bahkan menjadi 41 persen dengan kerjasama inernasional," Presiden menambahkan.
Tahun ini, SBY telah mengkampanyekan gerakan nasional "Satu Orang Satu Pohon" dengan menanam 200 hingga 300 juta pohon setiap tahun. Secara pribadi, SBY sendiri memimpin kampanye dengan menyebar 400 ribu bibit Trembesi --dikenal sebagai `pohon hujan`-- kepada setiap provinsi. "Pohon-pohon ini akan menyerap 28 ton karbon dioksida setiap tahun,".
Berkat kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah, Indonesia telah berhasil mengurangi kebakaran hutan di kawasan Kalimantan dan Sumatera. Indonesia juga menjalin kerjasama dengan negara-negara pemilik hutan hujan tropis lainnya. Misalnya, dengan Malaysia dan Brunei Darussalam melalui program konservasi hutan seluas 220 ribu km2. Indonesia juga mempelopori pembentukan Forestry 11, forum 11 negara pemilik hutan hujan tropis.
Negara-negara ini membangun paradigma, bahwa membiarkan pohon tumbuh lebih menguntungkan daripada membabatnya, melalui apa yang disebut dengan REDD plus scheme karena pasar karbon masih belum bisa diharapkan sampai beberapa tahun ke depan.
Kuliah umum ini dihadiri lebih dari 200 peserta. Presiden SBY sendiri berkesempatan memperkenalkan para Gubernur yang menyertai kunjungan ke Eropa ini. Mereka diperkenalkan sebagai pemimpin daerah yang memiliki kontribusi terhadap upaya perlindungan hutan di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
Banyak Penambangan Batubara di Kaltim merupakan isyarat buruk bagi pelestarian Hutan di Kalimantan Timur, salah satu cara agar Hutan Kalimantan Timur Tetap Lestari, penanaman pohon merupkan pilihan yang tidak dapat dihindari lagi, keperdulian ini harus di rasakan dan dimliki berbagai masyarakat, Pemerintah, terutama Perusahaan Tambang, Solusinya adalah dengan menanam Pohon, dan menghijaukan kembali kawasan Hutan terutama kawasan hutan yang sudah dilakukan Penambangan.
1.3 Tujuan Pembuatan Proposal.
Tujuan Pembuatan Proposal ini adalah memberikan masukan kepada instansi terkait dan masyarakat tentang pola baru konservasi dan rehabilitasi tumbuhan dalam rangka mitigasi global warming dan penyegaran kembali daerah Kalimantan Timur.
1.4 Manfaat
Banyak Manfaat yang dapat Kita Petik jika Program ini terlaksana dengan Baik.
a. Membentuk kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penanaman Pohon Tembesi di
Kalimantan Timur.
b. Dapat digunakan sebagai masukan untuk perbaikan (recovery) strategi konservasi dan
rehabilitasi tumbuhan dalam rangka mitigasi global warming.
c. Kerimbunan Daun Tembesi dapat dapat kita manfaatkan Sebagai Peneduh
d. Keteduhan Pohon Tembesi dapat Menaungi Danau yang terbentuk akibat Penambangan
Batubara dan Danau EX Tambang dapat dijadikan untuk Budi Daya Ikan Keramba dengan
terlebih dahulu megukur PH Air Ex Tambang.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Lebih lanjut dalam rangka rehabilitasi lingkungan tidak hanya dilakukan dengan penanaman pohon namun juga harus dilakukan konservasi dari tumbuhan yang ada dan perlu mengkaitkan dengan komponen ekologi lainnnya. Alam terbangun dalam sebuah sistem yang sangat komplek, selalu ada kaitan antara komponen-komponen sistem di alam ini. Demikian juga keberadaan tumbuhan, sangat berkaitan dengan komponen lain yaitu hewan. Hewan terutama burung memiliki peran yang sangat besar pada keberadaan tumbuhan melalui perannya dalam membantu penyerbukan dan juga penyebaran biji
Trembesi (Samanea saman)
- Termasuk pohon berdiameter besar dan tinggi hingga 35 meter
- Berkanopi seperti payung
- Hidup di daerah bertemperatur 20-30 derajat celcius
- Fungsi sebagai peneduh, pelindung jalan, pelindung tanaman
- Kayunya sebagai bahan furnitur dan benda kerajinan seperti gitar, mangkuk, hiasan
interior rumah
- Akar tunggangnya bisa dijadikan obat mencegah kanker jika dicampur dengan air hangat
dan digunakan mandi (penelitian Hartwel 1967-1971 di Venezuela)
- Menyerap karbondioksida lebih tinggi dari tanaman lain (penelitian Dr Ir Endes N Dahlan,
dosen Fakultas Kehutanan IPB)
Para Penyerap Karbondioksida
Berikut ini, akan diberikan tabel mengenai pohon yang dapat menyerap karbondioksida.
| No | Nama Lokal | Nama Ilmiah | Daya serap per pohon (kg/tahun) |
| 1 | Trembesi | Samanea saman | 28.488,39 |
| 2 | Cassia | Cassia sp | 5.295,47 |
| 3 | Kenanga | Canangium odoratum | 756,59 |
| 4 | Pingku | Dyxoxylum excelsum | 720,49 |
| 5 | Beringin | Ficus benyamina | 535,90 |
| 6 | Krey payung | Fellicium decipiens | 404,83 |
| 7 | Matoa | Pometia pinnata | 329,76 |
| 8 | Mahoni | Swettiana mahagoni | 295,73 |
| 9 | Saga | Adenanthera pavoniana | 221,18 |
| 10 | Bungur | Lagerstroemia speciosa | 160,14 |
| 11 | Jati | Tectona grandis | 135,27 |
| 12 | Nangka | Arthocarpus heterophyllus | 126,51 |
| 13 | Johar | Cassia grandis | 116,25 |
| 14 | Sirsak | Annona muricata | 75,29 |
| 15 | Puspa | Schima wallichii | 63,31 |
| 16 | Akasia | Acacia auriculiformis | 48,68 |
| 17 | Flamboyan | Delonix regia | 42,20 |
| 18 | Sawo kecik | Maniilkara kauki | 36,19 |
| 19 | Tanjung | Mimusops elengi | 34,29 |
| 20 | Bunga merak | Caesalpinia pulcherrima | 30,95 |
| 21 | Sempur | Dilenia retusa | 24,24 |
| 22 | Khaya | Khaya anthotheca | 21,90 |
| 23 | Merbau pantai | Intsia bijuga | 19,25 |
| 24 | Akasia | Acacia mangium | 15,19 |
| 25 | Angsana | Pterocarpus indicus | 11,12 |
| 26 | Asam kranji | Pithecelobium dulce | 8,48 |
| 27 | Saputangan | Maniltoa grandiflora | 8,26 |
| 28 | Dadap merah | Erythrina cristagalli | 4,55 |
| 29 | Rambutan | Nephelium lappaceum | 2,19 |
| 30 | Asam | Tamarindus indica | 1,49 |
| 31 | Kempas | Coompasia excelsa | 0,20 |
Pohon-pohon dalam tabel ini adalah para jagoan penyerap karbondioksida. Sekarang, tinggal bagaimana kita mau bermitra dengan mereka untuk menyelamatkan bumi. Mereka siap membantu jika kita mau berbuat.
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
Atas dasar keperdulian terhadap Lingungan Hijau dan Nasip Anak Cucu yang akan datang sesuai dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam pidatonya tentang penanaman pohon yang mengusung tema One Man One Tree Beberapa program yang ia canangkan dalam penanaman adalah rehabilitasi lahan kritis dengan target 500 ribu pohon per hektare per tahun, restorasi 400 ribu pohon per tahun, serta pembangunan hutan tanaman industri yang terdegradasi sebanyak 500 ribu per tahunnya.
1. Lokasi Penanaman
Obyek Penanaman ini akan dilakukan di daerah Ex tambang yang berada di wilayah Kalimantan Timur, Sebagai salah satu Pilot Proyek, akan dilakukan di Areal Ex Tambang PT. FAJAR BUMI SAKTI yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara. Serta daerah- daerah yang memang perlu kita Hijaukan.
2. Ketersediaan Bibit.
Bibit Tembesi hanya ada di daerah Pulau Jawa maka Kami dari YAYASAN BUDAYA KARTANEGARA Selaku Pemrakarsa penanaman akan bekerja sama dan akan mendatangkan Bibit tersebut dari Pulau Jawa yang sudah siap untuk membantu ketersediaan Bibit Tembesi. Penyedia Bibit Tembesi sudah siap untuk mensuplai demi terlaksanannya program Hijau Daerahku Hijau Kalimantanku Hijau Indonesiaku, yang berada didaerah Kawasan yang menjadi Penyedia Bibit Pohon Tembesi yaitu di daerah Bogor Jawa Barat.
3. Kendala.
3.1. Kendala yang paling Utama adalah Pemeliharaan Pohon Pasca Tanam.
3.2. Biaya Tanam
3.3. Transportasi Pengangkutan Bibit Tembesi Mulai dari Mendatangkan sampai
Pendistribusian ke lokasi Tanam.
4. Harapan.
Semua Pihak dapat membantu demi terlaksananya program ini baik itu dari Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga, Pihak Swasta terutama dari Pihak Pemilik Tambang.
Harapan Kami Harapan Kita Semua, Lestari Hutanku Lestari Rakyat Indonesiaku, Dunia Tersenyum, Kitapun ikut tersenyum, Dunia Menangis Kitapun Ikut Menangis.
BAB IV
PENUTUP
Soal kehebatan menyerap polutan, trembesi (Samanea saman) itu jagonya. Hal ini telah dibuktikan Dr Ir Endes N Dahlan, dosen Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, yang meneliti 43 jenis tanaman penghijauan. Ukuran daun trembesi memang mungil, tak lebih dari koin Rp 100. Namun, ia paling unggul dalam menyerap karbondioksida. Dalam setahun sebuah pohon trembesi mampu menyerap 28.488,39 kg karbondioksida.
Meski daun trembesi kecil, secara keseluruhan lebih banyak jumlahnya ketimbang daun jati yang lebih lebar. Ukuran daun yang kecil membuat sinar matahari dapat menjangkau daun-daun di bagian dalam tajuk. Di wilayah yang kerap tergenang, trembesi juga tepat. Air akan cepat surut karena perakaran trembesi menyerap air. Bila pemerintah memilih pohon berkanopi mirip payung itu mungkin pro- gramnya bukan menanam 10 juta pohon, tapi cukup 500.000 pohon.
Kita harus berkaca pada Singapura. Bagaimana cara menghijaukan hampir semua sudut kota. Pedestriannya luas dan Singapura sangat disiplin mengurus sampah. Kesegaran udara begitu terasa di sana meski berbagai jenis kendaraan lalu lalang. Juga Kota Tokyo, sekalipun penduduknya terpadat di dunia (20 juta orang) masih terlihat pohon sakura di hampir tiap sudut kota. Dan Kota Beijing, yang dulunya jorok, sekarang telah membenahi diri dengan perang terhadap sampah dan menjernihkan sungai-sungainya. Semua itu bisa dijadikan contoh.
Apabila itu semua dilakukan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan pemerintah daerah, maka idaman kita, sebuah kota taman yang indah dan bebas banjir tidak sekedar impian.
Jangan ragu untuk bertindak, mulailah dari diri sendiri barulah kita dapat melihat tindakan nyata yang diikuti oleh orang lain. Mari kita dekatkan diri dengan lingkungan ini dan menjadi sahabat bumi.
Terima Kasih.
YAYASAN BUDAYA KARTANEGARA
Pembina,
Ir. INDRA PURWANTO